//
you're reading...
renungan

Ada Orang Bisa Membeli Waktu

demi waktu, sesungguhnya manusia itu merugi. pasti pernah mendengar kata tersebut, saya sering sekali malah. kalau yang ini dari jaman dulu sampai sekarang malah trendingnya “andai saja waktu bisa kuputar kembali” dan bla bla bla lanjutannya…

tentu hasrat orang ingin kebali ke masa lalu itu bermacam2, dari ingin mengulangi kenangan indah, sampai ingin memperbaiki kenyataan yaang sekarang sudah sampai diujung penyesalan, membalas kebaikan yang terlewatkan atau ada pula yang hanya ingin bisa meminta maaf, hanya untuk bisa mengucap maaf kepada orang yang sebenarnya sangat ia cintai atau sayangi.

lalu ketika diam kusadari kalau ternyata jalan masih panjang membentang, tapi perjalanan yang kutempuh setiap harinya selalu bertambah dengan semakin padatnya pengguna jalan. semakin berkurang ruang untuk memacu kendaraan, seperti semakin berkurangnya sisa jatah untuk hidup di dunia ini.

semua orang tergesa gesa mencari kehidpan untuk esok, berjalan cepat, berlari, ngebut. meski kebanyakan selamat sampai tujuan, ada beberapa yang sampai dengan cacian karena melakukan kesalahan, ada yang malah celaka di jalan. semua orang mengais rupiah mencari rejeki.

di tengah kesibukan, ada saja orang yang masih sanggup meluangkan waktunya untuk mengingat penciptanya, Sang Maha Pengatur Rejeki. berjalan di terik lalu bersama sama sujud dengan sang pemimpin ibadah

tentu tidak semua orang bisa, hanya orang yang sangat tinggi atau “biasa saja” jabatannya bisa meluangkan waktu barang tiga puluh menit dua kali sehari, dhuhur dan ashar

orang rata rata akan berpikir tentang kesulitan, selain waktu istirahat mereka terbatas, tidak sebarangan mereka bisa keluar tempat kerja. kalau ketahuan bisa potong gaji. resiko pekerjaan, ada niat ada jalan, mungkin siang dan sore tidak bisa beribadah bersama, tapi malam pasti bisa, pagi yang dingin juga bisa

kadang banyak yang lupa, ketika ada ada asap ada api, pasti ada yang menyalakan api. begitu pula dengan rezeki, orang bersusah payah bekerja, upah gaji rezeki sudah ditetapkan tapi kran pengeluarannya masih ada yang mengatur

ya, mereka yang bisa meluangkan waktunya, mungkin sampai dengan kucing kucingan, atau mungkin tidak peduli mau dipecat atau tidak, tapi begitulah menurut saya orang orang yang bisa membeli waktu, orang orang yang bisa membeli jam kerjanya…

 

Discussion

No comments yet.

Tulis Komentarmu :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow NLAVIA.COM on WordPress.com

Enter your email address to follow this web and receive notifications of new posts by email.

Join 125 other followers

Blog Stats

  • 245,847 hits
%d bloggers like this: