//
you're reading...
motivasi

Pada Akhirnya, IPK Hanyalah Angka di Selembar Kertas?

44757304

ini adalah kontra artikel di female.kompas.com, setidaknya mendorong saya membuat tulisan ini karena artikel ini mulai menjangkiti pikiran serta fb adik adik tingkat saya, yang setidaknya saya harapkan  mereka mampu menjadi pendorong semangat teman teman dan angkatan dibawahnya untuk mencapai prestasi tertinggi dalam kehidupan mereka. Berikut bentuk pembelaan saya pada IPK tinggi saya, sesuai dengan point urutan yang ada di female.kompas.com:

1. IPK tidak menjamin pekerjaan
Pandangan umum yang menyatakan bahwa rajin belajar dan IPK tinggi akan menjamin diraihnya pekerjaan impian nyatanya tidak selalu tepat. Tidak semua lulusan dengan IPK tinggi memperoleh pekerjaan seperti impiannya, justru terkadang mereka yang lulus dengan IPK pas-pasan­-lah yang meraih pekerjaan impian.

menurut saya:

rata rata orang yang IPKnya tinggi mendapatkan bayaran dan gaji lebih tinggi dan kedudukan lebih baik dalam pekerjaannya, dan lebih lagi, menyadari bahwa ada yang pekerjaan impian tidak selalu memberikan penghidupan yang layak bagi mereka.

2. Memiliki IPK tinggi tidak menjamin keterampilan berkomunikasi interpersonal yang baik
IPK mungkin menjadi alasan kita mendapat panggilan wawancara, namun bukan pekerjaan. Saat wawancara, kemampuan komunikasi interpersonal-lah yang menjadi penentu. Sayangnya, IPK tidak berkorelasi positif dengan kemampuan komunikasi interpersonal seseorang.

menurut saya:

hei, bagaimana kalau kita kembalikan lagi pada syarat melamar pekerjaan- IPK minimal ? kebanyakan pencari pekerjaan akan menanyakan kepada senior atau orang yang telah berpengalaman dalam kerja tentang apa saja yang diperlukan untuk lolos dalam suatu wawancara kerja, hal itu bisa meliputi tips n trik, pakaian, apa saja yang berlu dibawa. IPK tinggi sudah membawa modal n kedamaian kepercayaan diri saat wawancara kerja, selanjutnya mereka bisa belajar wawancara kerja HRD tempat mereka inginkan bekerja.

3. IPK tidak menentukan seberapa pintar seseorang
Alasan IPK tinggi bukan segalanya saat bekerja adalah karena bukan kepintaran yang membuat kita mampu menjawab soal ujian (yang menjadi faktor penentu IPK), namun kemampuan mengingat pelajaranlah yang menjadi penentunya. Kenyataan pahitnya, kebanyakan dari kita melupakan 95% apa yang kita pelajari.

menurut saya:

dalam kehidupan sebenrnya, cara termudah untuk menilai kemampuan, kepandaian, ketrampilan mahasiswa adalah dengan melihat IPKnya. tanpa kita sadari, sebagai mahasiswa yang mendapat tugas skripsi, disinilah faktor kepandaian dalam mengerjakan materi skripsi dan kemampuan interpersonal ketika menghadapi dosen pembimbing dan penguji skripsi bergabung menjadi satu.  Nilai skripsi anda tidak akan pernah bagus kalau anda dimata dosen kurang ajar walaupun materi skripsi anda bagus. Ohya, nilai skripsi sangat signifikan dalam menyubang poin total IPKmu.

4. Mempertahankan IPK tinggi berarti mengorbankan waktu bersosialisasi
Setuju atau tidak, jika kita ingin mendapat IPK tinggi, maka kita perlu rajin belajar, apalagi menjelang ujian. Sayangnya, kondisi ini memaksa kita untuk mengurangi waktu berkumpul bersama teman-teman. Bukankah saat ini networking  lebih penting dibandingkan IPK kala melamar kerja.

menurut saya:

ada tiga hal di sini, IPK tinggi vs Kemampuan Bersosialisasi vs Kehidupan Personal Mahasiswa. Tidak mungkin untuk bisa mengusahakan semuanya, pasti ada satu atau malah dua yang tertinggal. Jika masih ada saja yang iri bagaimana kehidupan dokter terlihat bahagia, mapan setidaknya berkecukupan,  hei, waktu kuliah mereka belajar n kerja kelompok hingga larut malam, subuh sudah siap serombongan di laborat untuk praktikum, jaga klinik siang malam, mereka korbankan kehidupan personalnya, utamanya satu kata yang akrab untuk mhasiswa yaitu TIDUR dan MALAS.   ohya, mereka tetap punya teman koq, mungkin tidak banyak, mungkin tidak terlihat keren, tapi solid.

5. Pengusaha tidak bertanya tentang IPK kita
Bos kita tidak peduli seberapa tinggi IPK kita, melainkan seberapa baik kita di tempat kerja. Tunjukkan padanya apa yang dapat kita kerjakan di atas meja, bukan berapa tinggi IPK yang kita peroleh saat kuliah.

menurut saya:

kembali ke poin 2. seringkali bos suka meninjau ke ruang HRD langsung waktu wawancara, melihat bagaimana masa depan perusahaan lewat kualitas orang orang yang membawa perusahaannya. anda tidak akan diterima wawancara kalau IPK tidak sesuai syarat melamar pekerjaan. Dalam lingkup HRD, IPK akan membawa ketertarikan mereka pada anda, selain judul skripsi n pengalaman organisasi anda.

6.  Faktor lain di luar IPK
Jangan mengabaikan IPK, tetapi ada banyak hal lain yang sama pentingnya dengan IPK. Jadi, pastikan kita tidak kehilangan mereka hanya karena kita ingin “angka yang baik pada selembar kertas” yang mungkin tidak akan peduli kepada kita setelah 10 tahun.

menurut saya:

jika nilai IPK anda tidak memuaskan untuk pekerjaan dan rekan hidup yang baik, dalam 10 tahun kedepan anda tidak dapat berkomentar atas prestasi anak anda yang tidak memuaskan bagi anda sebagai orang tua

 

akhir kata, sangat jarang saat ini bagi mahasiswa untuk mendapatkan IPK dibawah 3, institusi pendidikan terutama dosen selalu berusaha dan mendorong agar mahasiswanyaberprestasi setinggi mungkin.  IPK yang baik dan lebih baik lagi kalau tinggi adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban anda sebagai mahasiswa dan anak yang pastinya masih membutuhkan dukungan moral maupun materi dari orang tua- bahagiakan mereka dengan prestasimu !!!

 

Piye kuliahmu nduk? lancar opo ora? duite iseh opo kurang? ndang lulus ya…

 

Raeni-Naik-Becak

Discussion

21 thoughts on “Pada Akhirnya, IPK Hanyalah Angka di Selembar Kertas?

  1. IPK ku gak nyampe 3 tuh…

    Like

    Posted by Rideralam | September 24, 2014, 2:15 PM
  2. Alhamdulillah IPK saya ga sampe 3 dan lulus 6 thn…. hehehe

    Like

    Posted by macantua | September 24, 2014, 3:19 PM
  3. IPK bagus itu cuma efek samping dari proses belajar yang baik, dan mau gak mau akan dipakai sebagai standar awal untuk menentukan apakah mahasiswa bisa lanjut ke jenjang pendidikan berikutnya (S2), beasiswa, tes masuk kerja, dst….

    Like

    Posted by st3v4nt | September 25, 2014, 12:05 AM
  4. biasane wong pinter kalah karo wong bejo….

    Like

    Posted by O=O | September 25, 2014, 7:07 AM
  5. jgn jadiken ipk yg rendah u/ bersemangat dlm hidup/

    IPK cuma 1 dari sekian senjata saja

    jgn jadiken IPK sebagai ajuan mencari pekerjaan.

    Jadiken IPk sbg ajuan u/ semangat belajar agar jadi org yg berilmu

    Like

    Posted by bdt | September 25, 2014, 8:27 AM
  6. IMHO kalo bicara mengapa dalam lowongan pekerjaan itu mensyaratkan IPK harus sekian itu adalah sebagai saringan karena fresh graduate itu kan belum punya pengalaman kerja,jadi satu-satunya cara ya melihat IPK, sedangkan bagi orang yang sudah punya pengalaman kerja biasanya masalah IPK itu tidak terlalu dipermasalahkan🙂 karena yang dinilai adala pengalamannya🙂

    Like

    Posted by ndesoedisi | September 26, 2014, 9:40 AM
    • itu, biasanya dipake selain IPK juga pengalaman organisasi mas hehehehe
      ohya, anak jaman sekarang cvnya isinya kerjaannya sendiri, maksudnya dia bikin onlen shop sendiri trus ditulis sebagai pengalaman kerja…

      Like

      Posted by nlavia | September 26, 2014, 4:36 PM
      • Kalo punya olshop ngapain pada ngelamar kerja ya ? Kan tinggal diseriusin sama buka bisnis lain😀
        saya sering lihat pelamar kerja hpnya mahal-mahal..saingan sama HRD managernya😀

        Like

        Posted by ndesoedisi | September 26, 2014, 4:55 PM
      • tuntutan orang tua, juga gensi kerja ditempat ternama, olshop khan buat mereka cuma buat jajan…

        Like

        Posted by nlavia | September 28, 2014, 12:15 PM
  7. hahahaha ini mah cmn artikel menghibur diri… yg nulis mesti IP nya jelek

    Like

    Posted by dudul | September 29, 2014, 5:44 AM
  8. Hahaha.. Saya mau ketawa baca artikel kompas.
    Bener mungkin itu artikel pembelaan org yg IPKnya kurang tinggi.
    Saya sendiri sedang mencari2 calon pegawai utk menjadi bawahan saya. CV yg masuk ada ratusan, yg cocok dgn syarat saya ada 60an. Bagaimana cara saya filter yg mau dipanggil interview? Ga mungkin semua dipanggil karena saya ga ada waktu.
    Jawabnya ya cari IPK yg paling tinggi lah. IPK rendah menurut saya berkonotasi dgn kemalasan, walaupun tdk semua demikian, tp disaat seperti ini ya saya generalisir supaya tidak merepotkan

    Liked by 1 person

    Posted by cemaraadventure | October 18, 2014, 1:08 PM
  9. aku rung tau kuliah,

    Like

    Posted by Plat-R | October 21, 2014, 2:44 PM
  10. I know this site presents quality dependent articles or reviews
    and extra material, is there any other site which gives such stuff in quality?

    Like

    Posted by search | October 22, 2014, 6:39 AM

Tulis Komentarmu :

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow NLAVIA.COM on WordPress.com

Enter your email address to follow this web and receive notifications of new posts by email.

Join 125 other followers

Blog Stats

  • 245,879 hits
%d bloggers like this: